BUKU

 Sinopsis:
persoalan tahuid merupakan hal paling mendasar dalam islam, sebagaimana kedudukanya yang menjadi fundamen utama dalam penghambaan setiap mukmin. Tauhid menjadi acuan dasar segala amal dan merupaklan ruh yang dari rahimnya melahirkan keteguhan iman, keikhlasan, ridha, kesabaran, istiqomah, syukur,dan segala kebaikan lainya,baik terkait hubungan antara hamba dengan tuhannya maupun hamba dengan seamanya.
Buku ini menyajikan ajaran tauhid dari sosok hamba pilihan Allah subhanahu wa ta’ala yang sudah tidak asing lagi bagi kalangan muslimin,sulthanul Auliya’, syekh Abdul Qadir al-jailani. Karya utama ini sangat layak untuk kita miliki,di dalamnya terkandung lembaran lembaran wasiat sarat pengetahuan dan petunjuk-petunjuk kebenaran yang akan menggugah kesadaran batin kita,serta menuntun kita untuk melaksanakan titah agama dengan kesungguhan dan keyakinan sepenuhnya.














Berbagai kenyataan hidup terjadi di kehidupan ini. Sebagian menjalaninya dengan senantiasa mengambil hikma untuk kemudian diambil pelajaran darinya dengan berharap dapat menggapai hari depan yang lebih baik, dan sebagian lainnya menjalani kehidupan ini dengan cukup hanya berkeluh-kesah daat ditimpa masalah, atau mungkin tertawa penuh bangga dan bahagia saat mendapatkan keinginannya. Hamba mukmin tidak akan melewatkan apapun yang terjadi di dalam hidupnya melainkan ia selalu menggali kemudian mengambil hikmahnya demi menyongsong hari depan yang lebih baik.
Hikmah merupakan pemahaman mendalam dan tersembunyi di balik setiap kejadian yang datangnya dari Allah. Hamba yang dikaruniai hikmah adalah sungguh ia beruntung. Ia akan benar-benar memahami sebab, akibat, dan hakikat setiap yang terjadi, dan ia juga akan mengetahui bagaimana cara menyikapinya secara bijak. Hikmah adalah jalan kesukesan yang diberikan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.












Isi Cerpen antara lain:
a. AKU, karangan Nur Fitrah Kusuma Ningrum
b. ABU KHIMAR DAN KITABNYA, karangan Aulia Badruzzaman
c. AKU MENCITAMU SUAMI IBUKU, karangan Ima Achyar
d. I LOP U MOM, karangan Di’amah Fitriyah
e. KHUMAIRAH, karangan Rabu Pagisyahbana
f. KRUIGER, karangan Sholihuh Huda
g. LINGKARAN MERAH, karangan Dheny Jatmiko
h. LUKA LAMA, karangan Rian
i. PESAN DARI MAD PELOR, karangan Ali Syafa’at
j. SAMPAH, karangan Abdul Qodir Al Amin
k. SELEMBAR KISAH ASMARA DALAM SHALAT, karangan M. Kasyful Arifin
l. STATUS UPDATE, karangan W Isna K Neya
m. TENTANG SEBUAH MIMPI, karangan Naela En-Najma
n. THE RUNNER, karangan Oktafina Dewi


















Selain 25 Nabi dan Rasul yang telah disebutkan di dalam Al-Qur’an, sesungguhnya masih banyak Nabi dan rasul lainnya yang tidak disebutkan. Lewat buku yang ada di hadapan Anda ini, kami berusaha menghadirkan kisah-kisah perjalanan hidup 25 Nabi dan Rasul yang diceritakan di dalam Al-Qur’an. Di dalam buku ini juga diceritakan perjalanan dan perjuangan dakwah, ciri khas dakwah, dan risalah masing-masing Nabi dan Rasul kepada para umat yang beraneka ragam.
Harapan kami, semoga kehadiran buku ini senantiasa diiringi limpahan rahmat dan ridho Allah SWT, dan semoga membawa manfaat dan keberkahan bagi pembaca sekalian dan juga bagi kami, di dunia maupun akhirat. Aaamiinn….






Tidak diragukan lagi, al-Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali (1058-1111 M.) adalah seorang ulama jenius yang memiliki ketinggian ilmu, keluasan pengetahuan, dan kepiawaian dalam menjelaskan berbagai disiplin ilmu yang dikuasainya. Gaya literernya menunjukkan sifat jelas, atraktif, mudah dibaca dan, dalam beberapa kasus, cukup modern pula. Ia memakai bahasa Arab dengan gaya yang agak bebas dan tidak formal, sebuah gaya yang tidak lumrah di kalangan penulis berhasa Arab. Di setiap karya tertulisnya, dia menunjukkan penguasaannya terhadap tiap subjek yang dibahas dan punya kekuatan yang sangat berpengaruh kepada audiensnya. 

Buku ini merupakan panduan dasar dalam meniti jalan spiritual Anda untuk mencapai derajat ma’rifat billah (mengenal Allah dengan sebenar-benarnya) yang diterjemahkan dari kitab Ayyuhal Walad Karya Imam Ghazali.














"Wahai Anakku, janganlah engkau mencampuradukkan urusan duniawi terlalu dalam, sehingga membahayakan akhiratmu, dan janganlah engkau meninggalkannya (urusan duniawi) sama sekali, sehingga engkau menjadi beban bagi orang lain."
"Wahai Anakku, jika engkau hendak menjadikan seseorang menjadi saudaramu, buatlah ia marah. Apabila ia berlaku adil kepadamu saat ia marah, maka jadikan dia sebagai saudara, kalau tidak, maka jauhilah ia."

Dua nasehat di atas adalah sebagian dari nasehat-nasehat Luqman al-Hakim kepada anaknya yang tidak termaktub dalam al-Qur'an. Sesungguhnya masih banyak nasehat lainnya yang bisa Anda dapatkan di dalam buku ini.
Seluruh hikmah dalam buku ini adalah ilham ilahi yang dikaruniakan oleh Allah Swt. kepada hamba-Nya yang shalih lagi bertaqwa, Luqman al-Hakim, agar menjadi panduan yang benar, jalan yang lurus, nasehat yang mendalam, dan petuah yang berharga bagi siapa saja yang mendamba kesempurnaan penghambaannya dan berusaha untuk melakukan amal saleh.
 
 
  
Pernahkah Anda merasa resah, gelisah, cemas dan ketakutan tanpa mengetahui sebabnya, merasa kesepian, terasing, segala urusan menjadi sulit, hati dan pikiran terasa buntu, malas beribadah, tertimpa banyak kesialan, dan orang-orang terdekat menjadi berani pada Anda, padahal sebelumnya tidak?

Sungguh! rentetan keburukan di atas hanyalah sebagian dari dampak buruk dosa dan maksiat yang kita lakukan, namun banyak yang salah paham, sebab tidak melihat akibatnya secara langsung. Terkadang, akibat dosa dan maksiat terjadi di kemudian hari hingga kebanyakan dari kita lupa dan mengira bahwa dosa tidak berakibat apa-apa. Solusi terbaik untuk keluar dari semua keburukan akibat dosa-dosa adalah bertaubat kepada Allah Swt.

Buku ini hadir untuk mengupas cara bertaubat yang benar agar diterima oleh Allah, dampak buruk dosa, keutamaan istighfar, istighfar yang sering diucapkan Rasululllah Saw., kisah-kisah nyata penguat keyakinan, shalat taubat yang benar, dan lain sebagainya, sengkap dengan dalil-dalilnya dari al-Qur'an dan al-Hadits, dan juga keterangan-keterangan dari para ulama terkemuka.