Indahnya Islam
وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ ١٠٧
“Dan tiadalah Kami mengutusmu, (hai Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”
(Q.S. Al-Anbiya’: 107)
Setiap muslim tentu merindukan kebaikan, karena kebahagiaan hakiki hanya ada pada kebaikan. Jiwa dan raganya senantiasa berusaha menjauhi keburukan, sebab tak ingin hatinya cemas gara-gara dosa yang dilakukan. Tak mau meremehkan aturan Allah, sebab tidak ingin hidupnya sengsara. Senantiasa menjaga sikap dan tidak kelewat batas, sebab tidak mau dibikin sedih oleh rasa kesepian. Jika semua itu diindahkan, niscaya kebahagiaan sejati akan didatangkan.
Kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan yang sesuai dengan aturan Allah subhanahu wa ta’ala, karena sesungguhnya aturan-Nya tidak untuk membebani manusia. Aturan itu dibuat justru untuk kebahagiaan manusia. Nikah misalnya, disyari’atkan bukan untuk mengekang kaum wanita agar terpenjara di dalam jeruji rumah tangga, melainkan untuk menjaga dan meningkatkan kehormatan mereka. Andai saja tidak ada aturan nikah, tentu banyak bermunculan generasi yang tidak jelas asal-usulnya. Dan ini jelas merupakan sebuah bencana.
Sesungguhnya Islam itu indah andai kebodohan tidak menyelimutinya. Jika kebodohan telah lenyap, niscaya tersingkap betapa indahnya Islam, seperti penuturan seorang artis yang menceritakan kisah pertaubatannya berikut ini:
baca selengkapnya dalam buku "Indahnya Iman, Islam dan Ihsan"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar